Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi

23 January 2009 comments: 1
Saya menjalin hubungan dengan dia kurang lebih 2 tahun. Kami kenal lewat telp, hingga kini belom pernah bertemu. Selama 22 bulan dia sayang banget sama saya. Terus awal bulan lalu mulailah percekcokan itu dan kami beda pendapat. Perang demi perang berlanjut sehingga membuat kesabaran saya habis sehingga membuat hati saya jengkel dan melontarkan kata2 yg seharusnya tidak kuucapkan. Apalagi kami berdua sudah menganggap seperti suami istri. Orang tua kami semua juga sudah tahu hubungan kami berdua.
Dan di saat kita sama2 dingin, mungkin dia berniat menasehati saya. Tapi waktu itu saya lagi bete bgt sehingga nasehat itu sangat menyinggung perasaanku dan tidak sengaja saya mengucapkan, "ya sudahlah cari saja yang lebih baik dariku, aku banyak kekurangannya ntar kamu menyesal".
Saya sangat bener2 nggak menyangka kl dia menanggapinya serius banget.
akhirnya perang lagi.
Selama 4 hari saya tidak menghubungi dia hati panas banget tapi dibalik itu terbesit rasa kangen karena saya sayang banget sama dia.
Akhirnya saya telp, betapa kagetnya saya dia bener2 berubah dr kanan menjadi kiri. Ada berita juga dr keluarga dia yaitu bapak dia menyuruh dia baikan lagi sama mantannya. Betapa sakitnya hatiku, tapi setelah kutanyakan padanya, dia tdk mau balik sama mantannya dan sekarang Bicaranya sangat tidak sopan (maaf, ngomong jorok). Berani bentakin saya betapa sakitnya saya. Setiap saya telp, busy terus. Dan saya tanyakan, "lagi ngobrol ama siapa?" dia bilang ama pacarnya.
Betapa sakit hati saya....terus hingga hari ini saya coba ublek2 akhirnya sampai disni.
Saya sangat sayang sama dia walau dia selingkuh dan lebih menyakitkan dia nyuruh saya selingkuh juga tapi...jujur saja saya tidak bisa karena saya sangat menyayanginya.
Tolong saya BERIKAN SAYA SOLUSI BAGAIMANA MEMBUAT DIA SAYANG LAGI SAMA SAYA, TIDAK SELINGKUH (saya g tau pasti dia selingkuh apa tidak atau baikan lagi sama mantannya) DAN SUPAYA DIA BAIK LAGI TIDAK MARAH2 LAGI.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Yang aku tangkap, akar masalahnya ada dua:

1) Komunikasi bermedia sering menimbulkan kesalahpahaman. Sebab, pesan nonverbalnya lebih sulit dipahami.

2) Bahasa pria itu biasanya berbeda dengan bahasa wanita. Pria memperlakukan kata-kata sebagai wujud dari pikiran secara eksak/denotatif; wanita memperlakukan kata-kata sebagai ungkapan perasaan secara simbolis/konotatif. (Contohnya, bila kau mengatakan "ya sudahlah cari saja yang lebih baik dariku, aku banyak kekurangannya ntar kamu menyesal", maka sudah sewajarnya bila dia menanggapinya serius banget. Sebab, pria pada umumnya memang menyimak kata-kata secara eksak.)

Solusinya:

1) Ciptakanlah kesempatan yang lebih banyak untuk komunikasi tatap-muka. Ada banyak pesan nonverbal dalam komunikasi tatapmuka yang memungkinkan kedua pihak untuk lebih saling memahami.

2) Supaya tidak salah paham bila berkomunikasi dengan lawan-jenis melalui media, jangan buru-buru mengambil kesimpulan dari kata-katanya. Lebih baik, kau minta konfirmasi, "Dari kata-katamu, aku ambil kesimpulan sementara, yaitu ..... Apakah kesimpulan sementara ini sudah tepat?" Alternatifnya, bertanyalah, "Aku kurang mengerti maksudmu. Dapatkah kau menjelaskannya dengan lebih lengkap?"

3) Supaya tidak disalahpahami bila berkomunikasi dengan pria melalui media, perbanyaklah kata-kata yang bermakna tunggal; kurangilah kata-kata yang bermakna ganda. Jadi, kalau memang tidak ingin si dia mencari yang lain, katakan terus terang, "Jangan cari wanita lain, ya! Aku tak rela."

4) Ketika pria sedang marah, jangan buru-buru mencoba berkomunikasi dengannya (apalagi mengajaknya bertengkar lagi). Dalam keadaan begitu, pria pada umumnya memilih menarik diri dan tidak mau diganggu. Tunggulah sampai dia merasa tenang, lalu barulah kau coba berkomunikasi lagi dengannya secara perlahan-lahan. (Lihat artikel "Konsultasi: Bila cowok tersinggung oleh ulah cewek".)

5) Dalam upaya berkomunikasi lagi dengannya itu, mulailah dari sekadar sapaan atau "basa-basi". Pokoknya yang ringan-ringan dulu. Jangan langsung mengajak dia membicarakan persoalan serius, apalagi persoalan yang sebelumnya telah membuat kalian bertengkar. Bila dia sudah kembali hangat dalam berkomunikasi denganmu, barulah itu saat yang tepat untuk membicarakan persoalan serius atau pun persoalan lain yang memicu pertengkaran kalian sebelumnya.

6) Lengkapilah ikhtiar-ikhtiar tersebut dengan doa/dzikir yang relevan. Untuk itu, silakan simak buku Doa & Zikir Cinta.

Demikian saranku. Selamat berikhtiar dan berdoa.
--> Read more...

Cewek ngejar cowok, baiknya gimana?

08 January 2009 comments

Cewek naksir duluan, ini sih udah biasa. Cewek ngejar2 cowok, ini dia yang "luar biasa". Kau pun tentu udah ngerti, masyarakat kita pada umumnya memandang rendah perempuan yang agak "agresif", apalagi yang sangat "agresif". Trus, apakah cewek tak perlu ikhtiar tuk dapetin jodoh terbaik bagi dirinya?

Perlu, dong! (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh?”) Cuman, caranya mesti elegan, biar gak terkesan cewek murahan. Mau tahu? Okay. Nih, aku kasih tip-nya!

Selangkah demi Selangkah

Prinsip pertama, jangan nembak secara mendadak! Sebelum nembak, jalinlah lebih dahulu keakraban dengannya. Ekspresikanlah cintamu secara bertahap, mulai dari yang sangat samar-samar. Mulai dari memperlihatkan perhatian yang kecil, lalu besar dan kemudian semakin besar kepadanya. Kalau sudah tampak gelagat bahwa dia bertanya-tanya mengapa kau menaruh perhatian besar kepadanya, barulah itu waktu yang tepat untuk katakan cinta.

Aku sudah pernah menyampaikan tip ini di artikel "Cara nembak cewek tanpa dimaki-maki bila dia tolak, tapi membuatnya terharu kalau dia terima". Cuman, ini bukan prinsip utama bagi cowok yang pedekate ama cewek. Lain halnya bagi cewek yang lagi "ngejar2" cowok. Menurutku, inilah prinsip terpenting.

Beri perhatian dikit-dikit aja, tapi sering!

Yang kumaksud dengan sering ini bukan setiap satu jam sekali berkomunikasi dengannya. Bagi cowok, berkomunikasi setiap 1-2 hari sekali pun sudah tergolong sering, walau setiap kalinya beberapa menit saja.

Kalo ngobrol dengannya, gak usah berlama-lama. Cowok biasanya nggak suka berpanjang-lebar dalam berbincang-bincang (kecuali dengan cewek yang sedang dia taksir). Jadi, singkat-singkat aja! Jangan seperti ngerumpi ama sesama cewek!

Beri dia perhatian sesuai dengan kadar yang bisa dia terima

Kaum pria tuh biasanya mengutamakan kemandirian. Kalau kau menaruh perhatian terlalu besar, harga dirinya bisa terusik. Mungkin dia akan menganggap dirimu kurang menghargai dirinya. Malah, bisa pula dikiranya kau berusaha menguasai dirinya.

Perhatian dari cewek yang terlalu besar di mata cowok itu biasanya berupa nasihat yang tidak dia minta atau pun kritik tajam terhadap dirinya. Supaya tidak terlalu besar, perhatianmu sebaiknya berupa pertanyaan atau pun "basa-basi" (say hello, titip salam, tanya "udah makan, belum?", dsb). "Basa-basi" itu merupakan keahlian cewek yang biasanya menakjubkan dalam pandangan cowok.

Ajukan pertanyaan yang sesuai dengan keahiannya

Cowok tuh pada umumnya seneng banget kalo ditanyai oleh cewek. Cuman, jangan segala hal kau tanyakan kepadanya. Bisa-bisa kau dianggap o'on (kayak Welas di sinetron "Suami-Suami Takut Istri").

Jenis pertanyaan yang paling disukai cowok tuh adalah yang sesuai ama bidang keahliannya. Kalau kau tanyai dia masalah yang ibaratnya udah jadi "santapan sehari-harinya", dia akan menganggapmu menghargainya. Sebaliknya, kalau kau tanyai dia sesuatu yang tidak dia kuasai sedikit pun, bisa saja dia menyangka kau nge-tes dia doang.

Gitu aja dulu, deh, kiat-kiat dariku kali ini. Selamat berjuang, ya!

--> Read more...

Tatawaktu Persiapan Nikah

18 December 2008 comments

... saya 20 th. Saya senang sekali bs menemukan web. ini..

Saya sudah menjalani hubungan (pacaran) dengan kekasih saya selama 1 tahun 4 bln, usia kekasih saya 22 thn. Akhir-akhir ini kami sering membicarakan target untuk menikah, dan waktu yang kami rencanakan itu pada awal tahun 2010 pak. Sebelum kami membicarakan rencana ini lebih jauh, kami sangat membutuhkan masukan-masukan yang baik u/kami. dan sepertinya saya mengharapkan hal tersebut dari bapak.

> Apakah rencana kami ini terlalu dini di usia kami /pun di usia masa pacaran kami Pak?

> Apabila Tidak, kapan waktu yang tepat untuk kami bs menyampaikan rencana/niat ini kepada orang tua kami Pak?

> Berapa lama jarak waktu yang diperlukan untuk memulai langkah awal dalam mempersiapkan rencana pernikahan Pak?

Sekali lagi saya sangat berterima kasih apabila bapak berkenan untuk membalas email saya ini secepatnya...

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku pun senang kau temukan situs ini. Aku senang menyaksikan adanya pasangan muda-mudi yang pacaran dalam rangka persiapan nikah, bukan demi kesenangan sesaat.

> Secara biologis, wanita yang berusia 20 tahun sudah tergolong siap nikah. Begitu pula pria 22 tahun. Secara masa pacaran, waktu lebih dari 9 bulan (apalagi lebih dari setahun) sudah tergolong siap nikah. Untuk kriteria lainnya, silakan baca halaman Kriteria Siap Nikah.

> Waktu yang paling tepat adalah ketika sebagian besar dari Kriteria Siap Nikah itu sudah terpenuhi. Kalau sekarang sudah begitu, silakan kalian sekarang juga menyampaikan niat ini kepada orangtua kedua pihak. (Untuk meyakinkan beliau-beliau bahwa kalian memang sudah siap nikah, kalian bisa mengajukan Kriteria Siap Nikah itu sebagai referensi.)

> Jarak waktu yang diperlukan untuk memulai langkah awal dalam mempersiapkan rencana pernikahan kalian itu tergantung pada keadaan kalian. Aku kurang tahu keadaan kalian. Orangtua kalianlah yang lebih tahu. Jadi, akan lebih afdol kalau kalian mohon saran dan masukan lainnya kepada orangtua kalian dalam hal ini.

Gitu dulu, ya, jawabanku. Maaf, balasanku tak secepat yang kau harap.

--> Read more...

Perlukah klarifikasi keperawanan?

11 December 2008 comments: 1

Dear Pak Ustad, aq sdg bingung, btw aq pacaran dgn seorang duda, yg sdh punya 2 org anak dewasa. Krn sdg ada masalah (hub aq gak disetujui ortuku), jd aq sering tinggal di rmhnya (sampai menginap) utk menenangkan diri & menghibur hatiku. Dgn kejadian ini, tetangganya jd resah, & sampai tetangganya blg aq & co ku itu kumpul kebo. Tapi Pak Ustad, walau qta tinggal serumah qta gak sampai berhubungan suami-istri, dia sngt menjaga kesucian aq. Dan krn bukan qta berdua yg tinggal di rmh itu, msh ada anaknya aq berpikiran msh save krn msh ada org ketiga yg menghindarkan qta dr fitnah. Tapi anggapan tetangga2 di situ jd heboh, mereka berpikiran “kotor” terhadap qta. Pdhl aq bs buktikan scr medis kalo aq msh virgin sbg bukti bahwa hal kotor itu hanya ada dlm pikiran mereka saja.

Skrg sdh setahun aq gak pernah ke rmh itu lg. Yg meresahkanku adalah masalah itu gak ada penyelesaian. Pernah aq blg pd anaknya perlu gak kalo aq undang tetangga2 itu & menjelaskan kalo aq & ayahnya gak sampai brhubungan suami-istri dgn bukti medis dr dokter. Tapi anaknya blg gak usah nanti jg reda sendiri.

Menurut Pak Ustad, aq hrs bagaimana. Aq ingin nama baik aq & keluarga itu pulih, tp masalah ini sdh lewat satu tahun. Aq ingin bersilaturahmi lg ke rumah itu (tanpa menginap lg tentunya), menurut Pak Ustad bagaimana? Perlu gak aq ksh klarifikasi dgn bukti medis ke tetangga2 yg ada disitu walau mslh ini sdh lewat 1 tahun?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Mendapat sangkaan buruk, apalagi kalau kita sebetulnya tidak melakukannya, memang menyakitkan. Aku dapat memaklumi keresahanmu dalam menghadapi kasus yang belum terselesaikan ini.

Dari sudut pandang keresahan ini, mungkin bisa dikatakan bahwa kau membutuhkan klarifikasi itu. Namun bagaimana dengan efektivitasnya? Apakah bukti medis itu dapat meyakinkan mereka?

Kalau mereka menaruh kepercayaan besar pada apa kata dokter, bisa saja bukti medis itu efektif. Lain halnya bila mereka kurang percaya, apalagi andai mereka pernah menyimak bacaan yang seperti berikut ini.

Di sebuah negara seperti Turki, ada dokter yang bersedia melakukan uji keperawanan atas permintaan pasien, meskipun hal ini ditentang oleh Asosiasi Kedoketaran di sana. Uji keperawanan sebenarnya tidak berarti sama sekali karena selaput dara yang robek atau rusak bukan berarti seorang wanita pernah melakukan hubungan seks.

Hal itu, menurut Wimpie, dapat disebabkan penggunaan tampon (sumbat kapas sebesar jari) atau kebiasaan masturbasi memakai alat yang dimasukkan pada vagina. Di lain pihak, ada pula para wanita yang organ intimnya tidak memiliki selaput dara dengan persentase kurang dari 0,03 persen (Jenry et al 1987).

Sebaliknya, keutuhan selaput dara pun tidak serta merta menunjukkan seorang wanita tak pernah melakukan hubungan seks. Faktanya, selaput dara tidak harus selalu robek setelah berhubungan intim. Hasil pengujian selaput dara pada 1.000 remaja putri yang pernah melakukan seks lewat vagina menunjukkan kebanyakan selaput tampak kacau, tidak menentu, dan mengumpul di bagian pinggir vagina. Jarang terjadi selaput dara terbelah secara komplet atau benar-benar sobek.

Jadi, menurut kutipan (dari harian Kompas) tersebut, tidak ada bukti medis yang bisa menunjukkan apakah seorang wanita pernah berhubungan seksual ataukah belum. Dari sudut pandang ini, kamu tidak perlu membawa bukti medis.

Kemudian, mestikah kau biarkan sangkaan buruk mereka itu begitu saja, dengan harapan bahwa itu akan reda dengan sendirinya? Tidak juga. Bisa saja itu akan reda dengan sendirinya, tetapi bisa pula sebaliknya.

Lantas, tidak adakah solusinya? Ada! Solusinya ada.

Kasusmu merupakan persoalan sosial-kultural, bukan medis. Akan lebih efektif bila penyelesaiannya bersifat sosial-kultural pula.

Caranya, kau dan terutama cowokmu itu perlu lebih mengakrabkan diri kepada mereka. (Karena tempat tinggal dia lebih dekat dengan mereka, dialah yang perlu lebih aktif daripada dirimu.) Sebab, terhadap orang lain yang dianggap masih asing, orang-orang biasanya mudah bersangka buruk; sebaliknya, terhadap orang yang sudah dianggap akrab, orang-orang umumnya mudah bersangka baik.

Jadi, daripada kembali mengunjungi cowokmu (walau tanpa menginap), masih lebih baik mengunjungi mereka (yang bersangka buruk kepadamu). Tentu tak harus semuanya kau kunjungi satu persatu. Kau bisa lebih memprioritaskan orang yang paling berpengaruh di antara mereka.

Untuk lebih melapangkan ikhtiarmu ini, kau dapat menyertainya dengan zikir dan doa yang relevan dengan kasusmu ini. Kepada Allah sajalah kita mohon pertolongan atas apa yang mereka sangka terhadap kita. Untuk itu, silakan baca buku Doa & Zikir Cinta, Bab 10, "Atasi Masalah Gosip & Fitnah".

Demikian saranku. Semoga Allah Sang Mahaperkasa dan Mahabijaksana senantiasa menyertaimu. (Aamiin.)

--> Read more...

Konsultasi: Keseriusan calon menantu

25 November 2008 comments: 1

Aku mengenal R di Jakarta (39 taun, duda, tanpa anak) dari chatting yang dteruskan dengan sms dan telp saling memberikan perhatian kami masing2, sedangkan aku masih berumur 22 taun di Kediri. Kami berhubungan sudah hampir 2 taun, tapi selama ini kami belum pernah ketemuan sama sekali. Selama ini tidak ada masalah sedikit pun hingga orang tuaku ingin aku mengenalkan R pada mereka.

Sebenarnya R sudah mau kesini bulan pebruari lalu, tapi waktu itu R harus keluar kota karena ada tugas kantornya. Sudah beberapa kali janji mau ksini tp dibatalkannya lagi. Niatanku untuk mengenalkannya sama ortu pun tertunda2, hingga sekarang ortu pun berniat untuk menjodohkan aku dengan orang lain. Tapi aku tdk bisa bohongi perasaanku yang teramat menginginkan R.

Selama ini aku masih bisa menerima alasannya tertundanya R kesini karena perusahaanya lagi mengalami masalah susah dan R tdk berani kesini karena merasa belum cukup mapan untuk menikah lagi, R pun iklas kalo pun aku menikah dengan orang lain, tapi R tetap minta untuk ada hubungan antara kami. Aku susah banget untuk menerima ini. Aku bener2 menginginkan R meski orangnya saja aku blm pernah tau. Inginku menunggu kedatangannya, tapi ortuku sudah tdk ingin mempercayainya lagi.

Aku ada niat untuk menyusulnya ke Jakarta, tapi R memberiku pengertian klo aku tdk blh nekat mengecewakan ortu agar nantinya kami tetap dpt restu dari mereka. Lagian di Jakarta hidupnya belum jelas untuk bisa menghidupiku.

Menurut anda aku harus bagaimana menghadapi smua ini? Aku takut kehilangan R. Kami saling menyayangi. Tolong beri komentar Anda dan terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan saat ini. Aku pun mengerti mengapa kau bisa memaklumi R yang belum jua "memperkenalkan diri" kepada orangtuamu. Bagaimanapun, kamu sudah cukup lama mengenal dia. Daripada orangtuamu atau apalagi diriku, kau lebih tahu mengenai dirinya.

Namun aku pun memaklumi sikap orangtuamu. Mereka belum cukup mengenal R. Tentu mereka merasakan kejanggalan sikap R yang sudah beberapa kali membatalkan niat untuk berkunjung ke rumahmu. Mungkin mereka merasa khawatir jangan-jangan dia hanya mempermainkan dirimu.

Bagi banyak orang, mungkin termasuk bagi orangtuamu, alasan R yang cenderung lebih mementingkan karir itu sulit diterima. Mereka pikir, seorang laki-laki yang serius dalam menjalin hubungan asmara seharusnya berusaha keras menemui kekasihnya. Bila calon mertua "mengundang" (mengharap) kedatangannya, mestinya dia pun berusaha mati-matian untuk memenuhi "undangan" ini. Sesulit apa pun atau sesibuk apa pun, pencinta sejati akan bersedia "mengarungi lautan luas dan mendaki gunung tinggi" demi menjumpai sang kekasih. Pria yang punya segudang alasan untuk tidak segera memenuhi harapan tersebut biasanya dipandang kurang serius.

Saranku, disamping istikharah, bermusyawarahlah dengan orangtuamu. Mintakanlah kesempatan terakhir (misalnya dua atau tiga bulan) bagi R untuk mempersiapkan diri mengunjungi dirimu dan orangtuamu. Kemudian sampaikanlah kepada R bahwa orangtuamu memberi dia kesempatan terakhir itu. Seraya demikian, doronglah R supaya mampu memenuhi harapan orangtuamu itu. Kamu sudah cukup lama mengenal dia, tentu tahu cara efektif untuk "merayu" dia, bukan?

Selama proses ini, tatalah hatimu. Siap-siaplah untuk menghadapi dua kemungkinan: [1] melanjutkan ke hubungan ke tingkat yang lebih serius bila R mampu memenuhi harapan itu atau [2] mengurangi kadar keakraban antara dirimu dan R bila dia tidak bisa memenuhi harapan tersebut. Bersiap-siaplah untuk menghadapi kedua kemungkinan itu, bukan salah satunya saja!

Untuk penjelasanku lainnya yang relevan, silakan simak:

Demikian saranku, semoga bermanfaat. Walaahu a'lam.

--> Read more...

Konsultasi: Dari cinta segitiga sampai belum kepikiran menikah

22 November 2008 comments

Akhir 2007 kemarin aku jadian ma si A selama 1 bulan. Setelah jalan sebulan, aku baru tau dia punya anak istri. Awalnya aku marah banget ma si A dan langsung mutusin dia. ga tau kenapa setelah kejadian itu rasa sayangku pada si A malah semakin bertambah. Aku dah berusaha melupakan semuanya, tapi hasilnya tetep nihil. Semakin aku melupakannya, hatiku malah semaikn sakit.

Akhirnya aku masih komunikasi ma si A. Walaupun status kita tidak pacaran lagi, kita masih tetep kayak yg dulu. Dia janji mau menceraikan istrinya.

Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan ini salah, tapi aku ga bisa membohongi persaanq sndiri klo aku masih sayang dia. Aku juga dah berusaha cari cowo laen, tapi bayang2 si A masih melekat di pikiranku.

Setahun lebih aku komunikasi ma si A. Si A bisa mengerti, memahami, menenangkan aku jika da masalah, mengajarkan soal agama, terutama selalu mengingatkan aku jika waktu sholat tiba, bisa sbgai t4 aku curhat dll (itulah yang ku suka dari si A). aku hampir tidak percaya dan tidak bisa menerima kenyataan ini kalo dia dah berkeluarga hingga akhirnya aku jatuh sakit....

Kakak si A juga menyatakan cinta ke aku, tapi ku tolak. Di tahun berikutnya pas lebaran kemarin, kakak si A maen kerumahku. Beberapa hari setelah itu, aku kepikiran terus ma kakak si A.

Aku berfikir, "Gak mungkin dan mustahil kakak si A suka & nembak q, secara q ini kan mantan adiknya." Ga q sangka dan ga q duga, ternyta kakak si A beneran nembak aku dan tanpa pikir panjang aku pun mencintanya karna pikiranku dah kalut ma si A.

Mau ga mau, si A tau semua ini dan dia marah bnget. si A mengancam akan berantem ma kakaknya sendiri kalo aku masih meneruskan hub dengan kakanya. Si A juga menyumpahi aku bahwa aku akan inget dia sampai kapanpun walaupun aku dan nikah kelak. Dari pertengkaran itu aku dah mutusin tuk ga komunikasi / berhub lagi ma si A yang walaupun sebenrnya aku masih sangt menyayangi si A dari pada kakanya.

NB: Jauh sbelum aku masuk dalam kehidupan si A, rumah tangga mereka sudah di ujung tanduk. Sebenernya aku ga mau kalo sampai si A cerai karna itu perbuatan yang dibenci Yang Kuasa.

Yang mau aku tanyakan, apakah semua yang aku lakukan itu salah dan gimana dengan aku menerima kakaknya....?????? Mohon jawaban dan solusinya,
makasih banyak sebelumnya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

1) Bercerai bukanlah perbuatan yang dibenci Tuhan. Dalil yang menyatakan demikian itu merupakan hadis dha'if (lemah), tidak dapat dijadikan sandaran. Namun, apakah mereka akan bercerai ataukah tidak, itu urusan mereka; kita tak usah ikut campur.

2) Daripada menerima kembali si A, lebih baik menerima kakaknya. [Kakahnya itu berstatus single, 'kan?] Hanya saja, berjodoh dengan pria lain akan lebih baik lagi.

3) Untuk pembanding, silakan baca "Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri".

Terhadap jawaban singkat itu, sang gadis berkonsultasi lagi:

Sekarang aku baru umur 20th. Aku hidup dalam keluarga yang sederhana. Aku lom mikir merid karena aku masih mikir bgaimana cara membantu mengembalikan kondisi keuangan keluarga aku yang ga stabil. Dari pengalamanku menjalin hubungan dengan seorang cwo selama ini, aku merasa capek karena selalu gagal, sering skit hati terus. Dan aku jadi takut tuk jatuh cinta lagi pada cwo (kecuali kita saling suka baru aku akan menerimanya). Karna kenyataany aku lom menemukan cwo yang menurut hatiku cocok denganku dan aku juga lom bisa menyukai cwo laen, padahal ada be2rp cwo yg berusaha dket dan bilang suka ke aku. Tapi aku selalu menolaknya.

Apa salah yang aku lakukan ini? Aku hanya menuruti kata hati, tapi aku takut suatu saat nanti semuanya berimbas balik ke aku. Maksudq, gantian aku yang susah cari cwo, mengingat keadaan keluarga aku begitu. Apa suatu saat nanti ada cwo yang bisa menyukai aku apa adanya.....?????

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Ya, akan ada cowok-cowok yang menyukaimu apa adanya. Pengalaman banyaknya pria yang mendekatimu selama ini mengisyaratkan hal itu. Bayangkan. Yang sudah menikah saja ada yang tertarik padamu, apalagi yang berstatus single, tentu lebih banyak, bukan?

Ya, pacaran itu urusan serius. Kalau memang belum ketemu yang cocok, tak usah memaksakan diri hanya untuk mengejar status "jadian". Toh kamu belum kepikiran untuk segera menikah. Lagipula kau masih muda. Masih panjang jalan terbentang di depanmu.

Perlu kita sadari bahwa berhubungan akrab dengan lawan-jenis itu tidak harus berada dalam kerangka hubungan asmara. Kita bisa menjalin persahabatan tulus dengan para lawan-jenis. Dengan begitu, kita akan semakin saling memahami dengan lawan-jenis. Kita bukan hanya takkan mudah dipermainkan, melainkan juga lebih mampu menjadikan mereka menerima kita apa adanya.

Selain itu, luasnya hubungan dengan para lawan jenis itu insya'allah akan lebih memperlancar rezeki kita. Jadi, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, bukan?

Demikian penjelasanku. Ada yang belum jelas?

--> Read more...

Menaruh perhatian tanpa memaksakan kehendak

05 November 2008 comments

Asslamuallaikum.. pa ustadz, saya seorang gadis yang saat ini sedang mempunyai masalah tentang cinta. Saya mencintai seseorang laki-laki, dan hubungan kami sudah lebih dari 1 th. hubungan kami slalu da masalah, dan saya slalu berusaha untuk mempertahankan hubungan ini. Pacar saya merasa saya sudah memaksakan dan membuat dia tertekan. padahal saya tidak mempunyai niat seperti itu, saya hanya ingin menjadi seorang istri yang shaleh kelak untuk dia. Tapi sepertinya saya sudah salah langkah selama ini karena saya sering memaksa dia..dan saya pun merasa ini sudah bukanlah diri saya lagi.. tapi cinta itu tetap melekat dalam hati saya.

Apa yang harus saya lakukan sekarang? Saya ingin meyakinkan dia, bahwa saya bukanlah seorang yang jahat, saya ingin mengabdi kpdnya dg menjadi istri yang shaleh. Cara tepat seperti apa yang harus saya lakukan, agar dia mau memahami niat saya ini??

Terimakasih sebelumnya.. Wassalamuallaikum..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Wa'alaykumussalam..

Adanya konflik dalam hubungan pacaran yang sudah berlangsung agak lama itu wajar. Tentu ini bukan berarti kita tak perlu mengupayakan solusinya.

Untuk mengupayakan solusinya, yang utama adalah mencari akar permasalahannya. Dari kata-katamu di atas, kurasa akar persoalannya adalah kurangnya pemahaman di kedua pihak bahwa sifat masing-masing berlainan.

Kita perlu memahami bahwa setiap individu itu memiliki latar belakang, watak, dan pembawaan yang berlainan. Dalam kasusmu, mungkin yang paling menonjol adalah pembawaan dirimu sebagai wanita dan pembawaan dirinya sebagai pria.

Pada umumnya, perempuan cenderung pada kebersamaan, sedangkan laki-laki pada kemandirian. Bila pria terlalu condong pada kemandirian, maka wanita akan menganggapnya kurang perhatian. Sedangkan kalau cewek terlampau condong pada kebersamaan, maka cowok akan menyangkanya memaksakan kehendak. Atas dasar-dasar ini, solusinya adalah sebaga berikut.

Di satu sisi, hargailah kemandirian dia (sebagai pria). Berikanlah dia ruang gerak yang lebih lapang. Biarkanlah dia mengambil sikap sendiri dalam hal-hal yang tidak berpengaruh besar terhadap hubungan kalian. Tak usah meributkan hal-hal "kecil" seperti potongan rambutnya, warna bajunya, cara dia mengisi waktu luang, dan lain-lain.

Di sisi lain, mintalah dia untuk menghargai kehendakmu akan kebersamaan kalian. Mintalah secara halus untuk dilibatkan dalam hal-hal yang mungkin berpengaruh besar terhadap hubungan kalian. "Cara halus" ini adalah meminta dia mengungkapkan pandangannya mengenai hal-hal yang menurut dirimu akan berpengaruh besar terhadap hubungan kalian. Lalu jadilah pendengar yang baik.

Untuk menjadi pendengar yang baik, lihat artikel "10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik". Untuk keterangan yang lebih lengkap, silakan simak buku Taaruf Forever.

Demikian saranku. Semoga dengan kehendak Allah, kau dapat mengatasi kasus ini dengan sebaik-baiknya.

Wassalaam..

--> Read more...

Pacaran Sehat di blogspot.com

30 October 2008 comments

Selamat datang. Terima kasih dirimu telah berkunjung ke blog ini. Sering-seringlah mampir ke sini, ya! Insya'allah blog ini akan mampu memenuhi kebutuhanmu untuk mendapatkan jodoh ideal dengan berbagai cara praktis.

Blog ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari blog Pacaran Sehat yang dulu bertempat di wordpress. Kami sengaja berpindah ke sini supaya kami lebih leluasa dalam mengembangkan blog favorit kami ini.

Pada mulanya, blog Pacaran Sehat memisahkan diri dari blog Pacaran Islami. Alamatnya masih di wordpress. Pertimbangannya: cari mudahnya. Sayangnya, kami merasa agak kesulitan untuk mengembangkannya di situ.

Kendala utamanya adalah masalah desain tampilannya. Wordpress kurang menyediakan fasilitas yang memadai untuk desain. Untungnya, kami teringat bahwa blogspot (dari blogger.com) menyediakannya. Padahal, muda-mudi yang menjadi pembaca blog ini pada umumnya menyukai penampilan "cantik" yang berwarna-warni, 'kan?

Dulu, memang pernah terpikir oleh kami untuk pindah ke sini, tetapi belum terlaksana. Gara-garanya, fasilitas komentar di blogspot dulu kurang praktis. Begitu pula fasilitas "Read More..." ("Baca Selengkapnya...") atau yang dikenal dengan istilah expandable posts. Untunglah kini fasilitas-fasilitas ini sudah semudah wordpress. (Perbedaannya kecil.) Karena itu, tiada lagi alasan bagi kami untuk tidak berpindah ke sini.

Memang, mengelola blog di blogspot ini agak lebih merepotkan daripada di wordpress. Namun, hasil yang bisa kita capai akan lebih baik. Nggak apa-apalah repot sedikit. Biar penulis makin repot, tetapi pembaca makin senang. Begitu, 'kan?

Akhirnya.... (duh, kayak pidato resmi aja). Ehn, ehm...

Semoga "rumah" terbaru kita ini benar-benar tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan kita. Aamiin.

--> Read more...

Konsultasi: Supaya LEBIH PeDe katakan cinta

27 October 2008 comments

Ass…pak ustadz saya seorang cowok yang sekarang ini lagi kuliah selama ini saya punya temen cewek yang udah 5 tahun belum ketemu sampai sekarang, tapi, dia kuliah dikota yang sama dengan saya.setelah saling komunikasi kami saling deket lagi dan saya pengen ngungkapin rasa kalau saya suka sama sidia namun saya kurang pede. hari ini ulangtahunnya dan saya ingin ngungkapain rasa yang ada dihati. namun saya ragu dan kurang Pde. gimana solusinya pak ustadz terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Wa'alaykum salam.

Di postingan Supaya PeDe katakan cinta, telah kuterangkan pentingnya "suporter" supaya lebih percaya diri. Nah, "suporter" itu dapat pula kita manfaatkan sebagai "agen cinta" supaya si dia pun menaruh kepercayaan kepada kita. (Lihat postingan "manfaatkan agen cinta".) Kemudian bila kita sudah tahu bahwa si dia menaruh kepercayaan kepada kita, bukankah kita akan LEBIH percaya diri untuk ungkapkan cinta kepadanya?

--> Read more...

Rayuan SMS Cinta

16 October 2008 comments

Kalimat cinta mungkin telah berevolusi, dari kata sakti "roses are red" yang biasa dimulai untuk sebuah rayuan cinta, menjadi kalimat singkat yang menggoda. Hasil survei AT&T mengungkap, kian banyak pasangan yang mengirimkan SMS manis lewat ponselnya kala mood mulai datang.

Demikian petikan menarik hasil surveinya:

  • 68 persen pengguna SMS mengaku pernah mengirim kata cinta lewat pesan singkat.
  • 67 persen mengaku kirim SMS untuk melancarkan rayuan (flirting).
  • 52 persen bilang "thinking of you" adalah kalimat umum yang biasa mereka kirimkan kepada pasangan maupun teman kencannya.
  • 28 persen mengindikasikan setidaknya mengirim SMS tiga kali sehari kepada pasangan cintanya.

Mengirim SMS cinta bukannya tanpa tantangan. Satu hal yang hebat tentang seni berkirim pesan singkat dalam hubungan baru ialah waktu yang diperlukan untuk merangkai segala pemikiran dan keberanian sebelum memulai komunikasi. Di satu sisi, hal ini juga bisa membuat sang pasangan di seberang sana merana dalam ketidakpastian jika balasan SMS yang ditunggu tak kunjung datang.

  • 84 persen yang disurvei percaya, pesan SMS sering kali salah diartikan pasangan.
  • 24 persen bilang, situasi yang paling bikin down pasangan ialah saat SMS lambat direspon.
  • namun, 82 persen mengaku akan menjawab atau merespon SMS tersebut secepat mungkin.
  • sepertiga pengguna SMS yang tengah kencan atau telah menjalin hubungan, akan kecewa jika pasangannya merespon telepon yang masuk saat mereka tengah berkencan.
  • meski demikian, tetap saja 44 persennya mengaku akan tetap nekat mengangkat teleponnya meski tengah dalam situasi berkencan.

-------
Tulisan di atas merupakan kutipan selektif dari Achmad Rouzni Noor II, "Cinta Pada SMS Pertama", di detikinet.com

--> Read more...

Komentar Manis